Rabu, 02 Desember 2015

bokumi (boneka kayu temi)


TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM

Kelompok 2
2KA08
SURVEY USAHA MIKRO KECIL – MENENGAH




UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
Anggota Kelompok

Ari Baruna Nepa 
Aryo Rizki Nugroho                                        
Ayuanita                                                        
Baby Syifa A F                                             
Bimo Adi Nugroho
Euva Ismalia Maulatin                                     
Fadhil Rabbani                                               
Hagai
Helmi Gunawan
Idzham Dewandaru
Kristianto
Manasye Endrico
Mutia Salfa Nandiani
Novita Sari
Nury Akbar S
Tua Raja N                   

1.1       Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah:
1.    Bermanfaat sebagai suatu proses belajar dalam wirausaha.
2.    Dapat mengkaji lebih dalam tentang jenis produk berbahan dasar kayu yang diminati konsumen.
3.    Bermanfaat sebagai suatu proses belajar untuk mengetahui cara berwirausaha.
4.    Untuk menambah kreatifitas.
5.    Memotifasi diri sendiri agar bisa sukses dalam berwirausaha.


PEMBAHASAN

1.1Biografi

Ø  Nama pemilik           : Faiz Sadad
Ø  Umur                         : 19 tahun
Ø  Alamat                       : Perumahan Grand Depok City, sektor alamanda
  B3 no. 6
Ø  Tahun berdiri           : 2008
Ø  Nama toko                : Bokumi

1.2Sejarah

Sejarah usaha bokumi ini adalah bokumi sendiri berdiri pada tahun 2008. Pada tahun 2008 bokumi ini diciptakan oleh Temi. Temi itu sendiri adalah nama dari ayah sang pemilik usaha. Nama bokumi sendiri ialah boneka kayu temi.

Awal terciptanya bokumi ini sendiri sebenarnya adalah hasil dari kejenuhan dan keisingan yang gemar menggambar. Biasanya kita hanya bisa menggambar ditembok, di kertas, dikanvas adalah hal yang sangat sudah biasa, nah dari situlah si pemilik usaha menciptakan media baru untuk menggambar dan melukis pada sebuah kayu. Kita bisa menggambar dan melukis yang menghasilkan boneka kayu yang 3 Dimensi dan tentunya bisa di eksplor 360 derajat yaitu depan, belakang, dan samping.

Bokumi baru dirilis pada tahun 2011 pada bulan Maret. Bokumi juga sempat fakum pada tahun 2013. Pada tahun 2014-2015 si pemilik usaha melanjutkan usahanya kembali dan memproduksi produknya lagi.

Usaha tersebut berdiri sejak tahun 2008. Usaha tersebut menghasilkan mainan boneka dari kayu.

Awal modal yang dikeluarkan pemilik untuk membangun usaha tersebut adalah sekitar Rp 40.000.000,-  Cara penjualan bokumi ini dalah melalui pesan online. Pendapatan yang dihasilkan per-bulan nya sekitar Rp 10.000.000,- sampai Rp 20.000.000,-


Produk-produk Yang Dihasilkan

Awal mula bokumi berdiri sampai sekarang, bokumi hanya menghasilkan bentuk boneka kayu lonjong dan bulat saja.


 
Tetapi seiringnya berjalannya waktu, saat ini bokumi telah berkembang dan menghasilkan produk baru. Yaitu topeng dan sandal bakiak. Tapi sayangnya hanya sedikit orang yang tahu produk terbaru ini. Karena topeng dan sandal bakiak ini belum dirilis atau dikeluarkan di pemasaran.
 


Porsi Penjualan

Media penjualan bokumi ini adalah online, bokumi bisa habis dijual per-bulanya adalah kurang lebihnya terjual 100 bokumi dalam sebulan.

Pembuatan Bokumi
Bahannya itu adalah limbah kayu palet. Kayu palet biasa digunakan untuk pengiriman paket, biasanya kayu ini dibuang begitu saja setelah digunakan dan jumlahnya pun cukup banyak. Nah dari pada hanya menjadi sampah, pemilik usaha pun menyulap sampah tersebut menjadi barang yang berkualitas yang menghasilkan uang.

 Sebelum dibuat bentuknya, kita desain dahulu dibuku atau dikertas. Gambar atau karakter apa yang akan digambar diatas boneka kayu nanti.
Kemudian bentuk kayu kemudian gambar sesuai permintaan pembeli


galeri foto bokumi

 



 

Kesimpulan
Nama bokumi adalah kepanjangan dari nama boneka kayu temi. Temi adalah nama ayah dari si pemilik usaha tersebut. Bokumi diciptakan pada tahun 2008, dan baru saja dirilis pada tahun 2011. Awal mula didirikannya bokumi mengeluarkan modal kurang lebih Rp 40.000.000,- dan hasil atau pemesanananya bisa mencapai 100 bokumi per bulan. Media penjualan bokumi menggunakan media online. Barang dipesan melalu media sosial kemudian dikirim kepada si customer

Saran
Saran dari kelompok kami adalah jika kita ingin membuka usaha kita harus bersabar, karena bokumi pun juga pernah sempat fakum selama setahun. Lebih banyak menggunakan media online agar penjualan produk bisa tersebar luas ke mata customer.
 


                  











Tidak ada komentar:

Posting Komentar